Rancang Bangun Infrastruktur Jaringan Interrnet RT/RW Net Berbasis Fiber Optik FTTH di PT. Lintas Jaringan Nusantara Subnet Banyuasin
Main Article Content
Abstract
Keterbatasan infrastruktur broadband pada wilayah permukiman mendorong perlunya solusi jaringan internet komunitas yang andal dan terjangkau. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengevaluasi infrastruktur jaringan RT/RW Net berbasis Fiber To The Home (FTTH) menggunakan arsitektur Passive Optical Network (PON) dengan integrasi MikroTik RouterOS sebagai sistem manajemen jaringan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian terapan dengan pendekatan kuantitatif melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan jaringan, implementasi, serta pengujian teknis. Jaringan dirancang menggunakan topologi tree dengan konfigurasi splitter bertingkat 1:2, 1:4, dan 1:16. Hasil analisis link budget pada lintasan terjauh menunjukkan total redaman jaringan sebesar 31,05 dB dengan daya terima pada sisi Optical Network Terminal (ONT) sebesar -22,05 dBm, yang masih berada dalam rentang sensitivitas standar FTTH berdasarkan rekomendasi ITU-T G.984. Margin daya optik sebesar 4 dB menunjukkan bahwa jaringan memiliki cadangan daya yang memadai untuk mendukung keandalan operasional jangka panjang. Implementasi autentikasi PPPoE dan manajemen bandwidth pada MikroTik RouterOS mampu mengelola akses pengguna secara terpusat dan menjaga kestabilan layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan jaringan FTTH berbasis PON yang diusulkan layak diterapkan sebagai model jaringan internet komunitas yang efisien, stabil, dan berkelanjutan.
Downloads
Article Details
Issue
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
How to Cite
References
Haryanto, T. (2016). Jaringan komputer. Yogyakarta: Andi Offset.
Haryanto, T., & Nugroho, A. (2019). Implementasi jaringan Fiber To The Home (FTTH) berbasis Passive Optical Network. Jakarta: Informatika.
International Telecommunication Union. (2020). Gigabit-capable passive optical networks (GPON): Recommendation ITU-T G.984. Geneva: ITU.
Keiser, G. (2021). Optical fiber communications (6th ed.). New York: McGraw-Hill Education.
Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. (2020). Standar teknis dan persyaratan infrastruktur telekomunikasi. Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika RI.
Koonen, A. M. J. (2018). Fiber to the home: Technology trends and deployment challenges. IEEE Communications Magazine, 56(3), 30–37.
Nugroho, A., & Haryanto, T. (2020). Analisis kinerja jaringan FTTH berbasis GPON menggunakan parameter Quality of Service (QoS). Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, 7(4), 789–798.
Prasetyo, D., Santoso, I., & Wicaksono, A. (2021). Perancangan jaringan FTTH untuk wilayah permukiman menggunakan arsitektur Passive Optical Network. Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi), 5(2), 245–252.
Purbo, O. W. (2011). Membangun infrastruktur internet berbasis komunitas. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Ramaswami, R., Sivarajan, K. N., & Sasaki, G. H. (2019). Optical networks: A practical perspective (4th ed.). San Francisco: Morgan Kaufmann.
Saputra, R., & Wibowo, A. (2019). Evaluasi link budget FTTH GPON pada jaringan akses optik. Jurnal ELKOMIKA, 7(1), 120–129.
Sibero, A. F. K. (2014). Panduan lengkap menguasai Mikrotik RouterOS. Jakarta: Jasakom.
Siregar, H., & Putra, M. (2021). Studi perbandingan jaringan wireless dan FTTH pada RT/RW Net. Jurnal Ilmiah Teknik Elektro, 10(2), 95–104.
Sofana, I. (2013). Fiber optik: Teknologi, instalasi, dan implementasi. Bandung: Informatika.
Stallings, W. (2020). Data and computer communications (11th ed.). Boston: Pearson Education.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Telkom Indonesia. (2018). Pedoman pemasangan dan spesifikasi jaringan Fiber To The Home (FTTH). Jakarta: PT Telekomunikasi Indonesia.