PERAN INFUENCER MARKETING  DALAM MENINGKATKAN KEPERCAYAAN KONSUMEN DI ERA DIGITAL

Main Article Content

Wendi
Mungafif
Muhamad Khoirul Wafa

Abstract

Perkembangan media sosial di era digital telah mendorong munculnya influencer marketing sebagai salah satu strategi pemasaran yang banyak digunakan oleh perusahaan untuk membangun kepercayaan konsumen terhadap merek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran influencer marketing dalam membangun kepercayaan konsumen, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi terbentuknya kepercayaan konsumen terhadap influencer dan konten promosi, serta mengkaji dampak influencer dalam meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap merek di era digital.


Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap konsumen yang terpapar konten influencer marketing.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa influencer marketing berperan signifikan dalam membangun kepercayaan awal konsumen melalui penyampaian informasi yang dianggap lebih personal dan autentik. Kepercayaan konsumen dipengaruhi oleh kejujuran, transparansi, keaslian konten, serta kesesuaian antara influencer dan produk yang dipromosikan. Namun demikian, dampak influencer terhadap keputusan pembelian tidak bersifat mutlak, karena konsumen tetap mempertimbangkan faktor kebutuhan, harga, dan pengalaman pribadi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa influencer marketing efektif dalam meningkatkan kepercayaan awal konsumen terhadap merek, tetapi keberhasilannya sangat bergantung pada integritas influencer dan kualitas produk yang ditawarkan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji pengaruh influencer marketing pada berbagai platform digital dan menggunakan pendekatan metodologis yang lebih beragam.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

PERAN INFUENCER MARKETING  DALAM MENINGKATKAN KEPERCAYAAN KONSUMEN DI ERA DIGITAL. (2026). Innovation,management, Technology Education of Business, 1(02). https://doi.org/10.66866/gwsngw92

References

Arikunto, S. (2018). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Buchari, A. (2013). Manajemen pemasaran dan pemasaran jasa. Bandung: Alfabeta.

De Veirman, M., Cauberghe, V., & Hudders, L. (2017). Marketing through Instagram influencers: The impact of number of followers and product divergence on brand attitude. International Journal of Advertising, 36(5), 798–828.

Fill, C. (2013). Marketing communications: Brands, experiences and participation. Harlow: Pearson Education.

Gefen, D. (2000). E-commerce: The role of familiarity and trust. Omega: The International Journal of Management Science, 28(6), 725–737.

Handayani, T. (2023). Peran influencer TikTok dalam mempengaruhi kepercayaan dan niat beli konsumen. Jurnal Komunikasi Pemasaran, 5(2), 101–112.

Hariyanti, N. T., & Wirapraja, A. (2018). Pengaruh influencer marketing sebagai strategi pemasaran digital. Jurnal Manajemen dan Bisnis, 3(2), 135–148.

Hennessy, B. (2018). Influencer: Building your personal brand in the age of social media. London: Bloomsbury Publishing.

Hovland, C. I., & Weiss, W. (1951). The influence of source credibility on communication effectiveness. Public Opinion Quarterly, 15(4), 635–650.

Kelman, H. C. (1958). Compliance, identification, and internalization: Three processes of attitude change. Journal of Conflict Resolution, 2(1), 51–60.

Kotler, P., & Armstrong, G. (2016). Principles of marketing (16th ed.). Harlow: Pearson Education.

Kotler, P., & Armstrong, G. (2018). Principles of marketing (17th ed.). Harlow: Pearson Education.

Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing management (15th ed.). Harlow: Pearson Education.

Margono, S. (2017). Metodologi penelitian pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Moleong, L. J. (2012). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Pavlou, P. A. (2018). Consumer trust in online environments: Conceptual model and empirical test. MIS Quarterly, 27(3), 451–480.

Rahmawati, D. (2022). Peran influencer terhadap pembentukan kepercayaan konsumen pada produk fashion lokal. Jurnal Ilmu Komunikasi, 9(1), 45–57.

Sari, A. (2021). Pengaruh influencer marketing terhadap keputusan pembelian di media sosial Instagram. Jurnal Manajemen Pemasaran, 7(2), 89–98.

Schiffman, L. G., & Kanuk, L. L. (2004). Consumer behavior. New Jersey: Prentice Hall.

Sugiyono. (2012). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2017). Metode penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2018). Metode penelitian manajemen. Bandung: Alfabeta.

Suryabrata, S. (2017). Metodologi penelitian. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Swasta, B., & Handoko, T. H. (2000). Manajemen pemasaran: Analisis perilaku konsumen. Yogyakarta: BPFE.

Tohirin. (2017). Metode penelitian kualitatif dalam pendidikan dan bimbingan konseling. Jakarta: RajaGrafindo Pers